Aku akan menceritakan kisah seorang wanita cantik asal Sidoarjo, dia bernama Amalah. Amalah adalah anak ke dua dari dua bersaudara, ia tinggal di kota Sidoarjo, tepatnya di daerah Wonoayu, kalau dari Sidoarjo kota kira-kira 10 menit. Amalah tinggal bersama Ibu dan neneknya, ayahnya sudah lama meninggal sejak ia SMA. Maka dari itu, di rumah tersebut hanya ada wanita, tanpa ada seorang lelaki yang bisa dijadikan tumpuan. Tanpa adanya seorang ayah, amalah dalam melalui kehidupannya membutuhkan sosok laki-laki untuk diminta pendapat, memberi solusi bahkan mengantarnya untuk kuliah. Amalah akhirnya menjadi seorang wanita yang mandiri, kuat dan keras. Bahkan ia memilih untuk kuliah di luar kota, yakni Jember. Disana ia mandiri tanpa kenal siapa pun. Ia kuliah di Universitas Jember selama 3,5 tahun. Setelah menyelesaikan kuliahnya, kemudian ia kembali ke kota kelahirannya. Di Sidoarjo ia kemudian mencari pekerjaan sebagai pengajar, awalnya ia mengajar di LBB. Kemudian ia mencoba untuk melamar pekerjaan sebagai guru di sekolah islam di Sidoarjo. Alhamdulillah, ia pun diterima di sekolah tersebut. Amalah yang selama kuliah tidak memiliki background sama sekali mengenai mengajar sekolah Islam. Suasana dan kebiasaan antara sekolah umum dan sekolah islam sangat jauh berbeda. Di sekolah Islam pastinya pelajaran agama sangat ditekankan, disamping pelajaran umum. Awalnya ia merasa minder dan malu karena ia tidak mengerti mengenai kebiasaan dalam sekolah islam. Seiring berjalannya waktu ia pun menjadi semakin paham dan menerapkan kebiasaan di sekolah islam dalam kehidupan sehari-harinya. Amalah menjadi lebih sabar, sopan dan paham mengenai tata cara bergaul dengan orang lain, dan juga lawan jenis. Bahkan ketika ia hendak mencari pasangan hidup, harus melalui prosedur secara Islam. Kalau orang biasa pastinya taunya kenalan, pacaran, menikah. Sedangkan, menurut Islam pacaran itu merupakan hal yang berdosa, karena bertemunya lawan jenis yang bukan mahrom. Ia pun dikenalkan dengan ustad, pengajar, pegawai kantoran, tetapi semuanya tidak ada yang membuatnya pas. Setelah beberapa lama, kemudian saudara sepupunya mengajaknya untuk mencari jodoh melalui online. Amalah pun mengiyakan, karena itu merupakan salah satu ikhtiarnya untuk mendapatkan jodoh. Tak berapa lama, akhirnya jodohnya ketemu, melalui media online tersebut. Calonnya juga berasal dari satu kota juga, Alhamdulillah mereka berdua juga sangat cocok, walaupun tidak pacaran terlebih dahulu. Ini yang namanya jodoh. Alhamdulillah...

No comments:
Post a Comment