Aku adalah seorang pria yang sederhana, kegiatan sehari-hari ku bekerja di pabrik seperti orang-orang pada umumnya di Indonesia. Aku masih tinggal dengan kedua orang tua ku di sebuah rumah yang sederhana. Aku memiliki saudara perempuan, selisih umur kami sekitar tiga tahun. Adik ku sudah menikah, ya tidak masalah bagiku. Kalo memang jodoh adik ku sudah datang, maka harus segera. Kedua orang tua ku juga sebenarnya berharap aku lah yang terlebih dahulu yang menuju ke pelaminan. Tetapi, jodoh masih belum ada yang mendampingi ku.
Setelah adik ku berkeluarga, maka tinggal kami bertiga yang serumah, aku dan bapak ibu. Setiap hari ibu selalu mengingatkan ku untuk tidak melupakan untuk mencari jodoh, biar segera menikah. Hampir semua teman-teman ku sudah berumah tangga. Melihat hal itu ibu ku pun tambah bingung memikirkan ku yang masih belum punya gandengan atau pacar. Beliau takut nasibku akan sama dengan saudara-saudaranya yang tidak begitu peduli untuk berumah tangga, hingga usia mereka semakin tua. Bahkan ada tetangga ku yang sudah berusia di atas 30 tahun yang masih belum menikah.
Aku pun berupaya tanya-tanya ke teman ku, mungkin kalau ada temannya yang berkeinginan untuk menikah, karena aku tidak mau kalau hanya untuk berpacaran saja. Sudah saatnya untuk serius. Kemudian ada teman ku yang memberikan saran agar aku ikutan biro jodoh. Karena saat ini jamannya online, maka mencari jodohnya juga online, tanpa harus ribet seperti dulu harus iklan di majalah atau koran yang tentunya tidak gratis.
Selanjutnya, aku mulai mencoba menginstal aplikasi pencari jodoh online. Ada berbagi ragam jenis aplikasinya. Aku pun mulai mencobanya satu persatu. Setelah beberapa lama kuinstal, ternyata ada yang mulai mengajak chatting. Dia meminta untuk ketemuan, yang jadi masalah adalah lokasinya ada diluar kota. Tapi, itu bukan masalah bagiku, karena memang aku sudah niatan untuk ikhtiar mencari jodoh. Aku pun mulai berani datang ke tempat mereka, walaupun ada di luar kota. Sekalian jalan-jalan. Keinginanku sebenarnya dapat yang didalam kota saja supaya tidak jauh-jauh kalau mudik. Dan biar bisa dekat dengan orang tua.
Berbagai tipe perempuan kutemui untuk berkenalan, bahkan ada yang mengajak ku kerumahnya. Biar orang tuanya tau. Tapi tidak ada satu pun yang berkeinginan untuk mau serius dengan ku. Aku pun mulai sedikit frustasi, kenapa tidak ada perempuan yang mau dengan ku, apa dosa yang kuperbuat sebelumnya. Kemudian seiring waktu berjalan, akhirnya aku bertemu dengan seorang perempuan dari aplikasi jodoh online. Kebetulan dia masih satu kota dengan ku. Alhamdulillah ternyata dia meresponku. Dia mengajak ku untuk menemui keluarganya. Dia tidak ingin lama-lama hanya untuk sekedar berkanalan dan pacaran. Karena dia inginnnya serius untuk menikah. Setelah ketemu keluarganya, mereka langsung cocok dengan ku. Aku kemudian memberi tahu orang tua ku. Mereka pun juga sudah oke, setelah melihat langsung calon istriku.
Orang tua ku ingin segera melamar dia dan menanyakannya ke keluarganya. Ternyata dia juga tidak ingin terlalu lama menunggu. Inginnya aku segera melamar dan menikahinya. Dia takut dosa kalau terlalu lama bertemu tapi belum sah. Dia adalah seorang guru di SD islam, jadi pengetahuan tentang agamanya juga tidak perlu diremehkan.
Anehnya kami berdua kan tidak lama ketemu, tapi chemistry kami rasanya sudah kenal lama sekali. Dia terlihat cantik, anggun, sopan dan santri. Alhamdulillah ya Allah, berkat doa Ibu dan aku tiap hari akhirnya menemukan jodoh yang Insya Allah sholihah. Kemudian kami pun melaksakan pernikahan.
#amalah.ch
#fachcruel08
#jodohonline
#tinder


No comments:
Post a Comment