Friday, March 27, 2020

Dilema Hati


Ya Allah, tertanggal 22 Februari 2018. Waktu terus berjalan hingga berganti tahun. Setahun lebih dua bulan lamanya hamba sudah single. Sejak akhir 2016 sudah mengazzamkan diri untuk fokus hijrah di jalanmu. Jalan yg Engkau ridhoi ya Allah
Kesepian? Sepertinya tidak juga. Komunitas Odoj bahkan lingkungan sekolah yg selalu memguji kemampuanku, selalu menguras pikiran emosi juga jiwaku. Teman liqo juga rekan kerja. Semuanya baik. Mengajakku pada kebaikan Dan kebakkan semata karena Allah. Walalupun diri ini sudah Sadar diri, semua takdir adalah kehendak Allah
Rizki, kematian, kehamilan, bahkan jodoh sudah diatur oleh Allah
Aku hanya visa berdoa dan tanpa kenal lelah berusaha terus perbaiki diri.enjaga berat tubuh tetap ideal, menjaga kebersihan wajah, cantik putih nan bersih. Masih saya usahakan. Kurang sedikit lagi jerawat ini hilang. Saya juga binging deh, makan ayam satu aja, muncul jerawat satu. Yaudalah biarin deh. Nasib alergi ya begini dah, syukuri ajah. Ada obat jerawat kan. Ahahhahahai, lanjutkan yuk.
Menuliskan diary seperti ini cukup menyenangkan. Pikiran terasa ringan dan Beban otak apalagi hati sedikit terobati, walaupun nan jauh di sana masih ada saja gejolak hati yang menarikku. Iya siapa lagi kalau bukan sang rekan kerjaku yg sholih, Ury. Yes, ustdz Ryan. Masih saja kamu terjebak dipembelajaran ini. Bahkan terus saja dia selalu mengusik hidupku. Memang sih kamu harus kompak demi Tim tematik ini. Aku niatkan untuk Allah, aku selalu berusaha menghindarinya, meminilkan pertemuan lansung dengannya, bahkan lebih sering aku meminta bantuan anak didikku memberikan file atau kertas yang diperlukan ury. Aku merasa malu jika harus bertemu dengannya. Maluuuuuu, jika sampai ketahuan bahwa aku menyimpan rasa terhadapnya. Iya, aku tertarik dengannya.
Ya Allah, aku sangat yakin. Ini adalah ujian keimananku. Aku sangat doyan terhadap cogan sholih. Lelaki yg sholih, penuh perhatian terhadap anak, bahkan terkadang memang dia bertingkah konyol layaknya anak kecil. Namun aku melihat ada ketegasan, dan juga kedisiplinan di dalam dirinya. Pribadi yang sholih. Sama sepertiku yang terus saja memperbaiki diri. Kamu masih saja terjebak di sekolah maupun kegiatan luar sekolah. Senin sampai sabtu terlibat pekerjaan di sekolah. Sabtu sore dan a had pagi terlibat kegiatan mengaji acceleration ummi agar segera mendapatkan sertivikasi mengajar alquran di masjid all kharomah, buduran sidoarjo. Iya, aku melihat sendiri bagaimana semangat dia mengaji, melihatnya melafalkan alquran dengan tartil. Aku pun mulai tahu bahwa dia jugĂ  sama semangatnya mempelajari alquran. Aku tidak pernah menyangka akan terlibat di agenda inim karena niatan utamaku ikut adalah belajar. Bukan nyari jodoh. Aku pasrah pada rencana Allah nan menarik ini. Awal aku daftar yauda daftar ikutan temanku. Saat hari H aku terkejut, karena ternyata di sana ada beliau duduk tepat di seberang sana lurus ke arahku. Kamu sana sana berada di samping kiri dan kenan dari pengajar kami mengaji, sebut saja ustdz Udin. Guru terbaik pengajar alquran di sekolahku ternyata koordinator di masjid ini. Ah entahlah. Sampai kapan dilemma hati ini akan berlanjut. Aku juga tidak tahu.
Walaupun pihak keluarga menginginkan jodoh seperti dia, aku juga ingin jodoh sepertj dia. Namun sudahlah. Hempaskan saja impian itu. Cukup Allah saja yang maha tahu. Murobiku tetap diam hanya berkata "sabar, dan terus berdoa". Sedangkan us Joko yg biasanya selalu response cepat membantuku mencari jodoh, beliau hanya terdiam. Is Bukhori yang biasanya membantuku menyelesaikan masalah jodoh juga berdiam diri. Mereka semua terdiam. Entah kenapa? Apakah aku tidak berhak bersanding dengan beliau. Apakah aku terlalu jauh levelnya? Apakah kamu tidak sekufu? Ah sudahlah. Mereka terdiam karena tidak tahu langkah APA yang diambil jika harus cinlok seperti ini. aku hanya memberikan info tentang tingkah kamu di sekolah jika memang mereka terdiam yasudah, toh saya tahu batasan ikhtilath. Tidak pernah kamu bercampur baur. Bahkan selalu berusaha menjaga pandangan apalagi hati. Oh Allah. Charing 7* 24 non stop everyday everywhere. Godaan iman apalag INI. Dunia maya maupun nyata jelas sekali godaannya. Cogan sholih bikin gemes. Wkwkwk...
Aku akan terus menjadi hamba Allah yang taat. Terus bermanja manja dengan Allah ditiap sepertiga malam seperti INI. Mengais karena dosa, menangis karena jodoh dan cukup diakhiri dengan tangisan syukur atas nikmat Allah.
Jika aku galau, ya sudahlah. Lebih baik ambil wudhu. Baca alquran adalah penawar hati. Hmmm.m, human semakin Turin dengan derasnya. Masih pukul 01:18 wib. Terlalu dini untuk melanjutkan tugas editing modul. Aku sebaiknya lanjut saja menuangkan pikiran ini. Butuh waktu dia jam, yasudahlah. Nanti saja. Aku juga takut editing kalau ada Petit seperti saat ini. Oh Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang, jangan pernah bosan memelukku dalam manisnya iman islam, meskipun terkadang iman Ku layaknya ombak yang naik Turun. Aku akan terus semangat meraih ridhomu. Jika dia jodohku, dekatkan ya Allah. Aku sudah siap menikah, ditahun ini. Dengan lelaki pilihanmu. Aku parrah, tawaqqal padamu ya Allah. Jika memang sudh saatnya tiba, aku akan menikah dan mengajaknya pergi ke rumahmu. Baitullah fii Makkah
Oh Allah ijinkan aku bersanding dengannya dipelaminan, hingga syurga nanti. Aku ingin selalu merasakan kenyamanan, kasih sayang. Bahkan merasa di perhatikan dituruti keinginannya sebagaimana dia yang dulu pernah hinggap dihatiku. Sang mantan. Aku tidak mau terjebak dalam zona maksiat. Kutinggalkan dia karena Allah. Insya Allah aku akan aku mendapatkan ganti yang lebih baik. Berpisah karena Allah bertemu karena Allah. Menikah karena Allah dan pastinya menjalani ujian single ini dengan penuh kesabaran. Ujian imanku sedang direbus hingga mendidih. Hingga saatnya tiba akan Indah pada waktunya. Percayalah, Allah niku mboten sare. Allah tidak tidur. Yauda mumpung aku juga terbangun dari tidurku. Mumpung hujan juga, mendingan ambil wudhu. Sholat tahajut sana. Okeh ^^.


@amalah.ch

#muhasabahdiri

#goesWedding2018
#couple till jannah



No comments:

Post a Comment