Thursday, November 26, 2020

Imunisasi DriveThru di Sekolah

 Oleh: Amalah Choir Ruul

Pemandangan yang tidak biasa terlihat di halaman SDIT INSAN Kamil Sidoarjo. Terlihat siswa mulai berdatangan diantar orangtua masing-masing. Mobil mulai berbaris dalam satu lajur yang sama, begitu pula dengan barisan motor yang mulai antri masuk ke bilik satu persatu.

Sebanyak 143 siswa ikut melaksanakan imunisasi secara Drive Thru di halaman sekolah. Peserta imunisasi adalah siswa kelas 1,2, dan 5. Kegiatan ini sebagai tindak lanjut surat Kepala Dinas Kesehatan Puskesmas Sekardangan Sidoarjo, terkait Pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS DT dan Td). Kegiatan imunisasi Difteri ini dilaksanakan pada hari Jumat, 27 November 2020 sejak pukul 08.00-11.00 WIB.

Petugas Puskesmas saling berkolaborasi dengan pihak sekolah demi kelancaran kegiatan ini. Sejak pukul 07.00 sudah berdatangan dan menunggu kedatangan petugas. Akhirnya, pukul 08.00 petugas mulai sibuk menginjeksi siswa sesuai antrian kendaraan yang datang.

Di sisi lain sekolah, terlihat petugas keamanan sekolah sedang sibuk mengarahkan kendaraan wali murid yang keluar masuk halaman sekolah. Selain itu, Tim Guru juga ikut membantu mengarahkan siswa untuk registrasi dan persiapan injeksi. Siswa putri diarahkan untuk masuk ke bilik khusus, tertutup tirai agar tidak nampak auratnya saat proses injeksi. Berbeda dengan siswa putra yang diinjeksi secara lansung di tempat.

Proses imunisasi berlansung cepat. Bagi orangtua yang berkendara motor dengan anaknya bisa lansung menuju bilik yang telah disediakan dan lansung diinjeksi di atas motor, sehingga bisa lansung pulang. Sedangkan yang menggunakan mobil, ananda lansung diinjeksi tanpa harus keluar dari kendaraan, dan lansung pulang.

Pukul 11.00 tepat kegiatan ini berakhir,  semua siswa hadir sesuai dengan form kesediaan mengikuti imunisasi, namun ada juga yang cancel karena sakit, atau kendala lainnya. Secara utuh, acara ini sudah terlaksana dengan baik dan lancar. Alhamdulilah.



#SDITInsanKamilSidoarjo

#SekolahberbasisLiterasi

#SekolahberbasisAlquran

Wednesday, September 23, 2020

Berpisah Sejenak

 Hari ini, Hani ikut berangkat kerja. Aku checklock ke sekolah sambil menggendong Hani. Kakak Sani di rumah. Hani berpisah sejenak dengan kakak. Hani ke rumah nenek nya di Panjunan, Sidoarjo. Setelah ikutan ke sekolah, Hani diletakkan di rumah Panjunan, bersama Mbak Mina. Awalnya menangis, karena ditinggal oleh diriku dan ayahnya. Namun setelah bermain dengan anak tetangga, akhirnya sudah selesai nangis nya, ganti asyik bermain.

Sani di rumah bersama nenek nya di rumah Banar, Wonoayu. Rumah yang kami tinggali sehari-harinya. Sedih melihat mereka berdua berpisah, namun gimana lagi. Semenjak mereka mulai minta berjalan. Satu ke sana kemari, tidak bisa menuntun mereka secara berbarengan. Kasihan ibuku mendua. Mereka akhirnya ada yang terjatuh dari kereta dorong, untungnya tidak apa-apa. Hanya menangis saja. Namun setelah itu, kami putuskan berpisah, agar ada yang menjaga mereka satu satu. Biar fokus. Tidak ada yang tersakiti.

Pada awal penyesuaian seperti ini memang pilu, sedih. Bahkan mereka menangis karena saudaranya jauh. Sepulang sekolah baru ketemu lagi. Kasihan, tapi ini semua kami lakukan demi keamanan mereka. Hingga mereka bisa berjalan nantinya. Supaya saling aman. Ibuku juga kasihan harus menjaga mereka berdua sekaligus di satu tempat. Apalagi semakin aktif, mulai minta berjalan. Belum bisa mandiri, harus dituntun. Itulah susahnya menjaga dua anak (kembar) yang mulai aktif berjalan di usia setahun ini. Masya Allah, semoga sehat semuanya, diberikan kesabaran dalam mendampingi si kembar. 

Sepulang sekolah, kami berdua pulang diantar ayah mertuaku. Hani ku gendong hingga tertidur. Tidak lupa kuberikan selimut dan masker balita. Walau terkadang Hani risih karena memakai masker. Belum terbiasa saja. Di jalan raya harus pakai masker ya gaes.

Semoga lekas happy ending, bisa jalan semuanya secara mandiri dan berkumpul lagi di rumah Banar.

Aamiin.


#babytwinstory #amalahchoiruul #khoirulamalah

#happy1YO 





Monday, September 7, 2020

AMALAH

 Aku akan menceritakan kisah seorang wanita cantik asal Sidoarjo, dia bernama Amalah. Amalah adalah anak ke dua dari dua bersaudara, ia tinggal di kota Sidoarjo, tepatnya di daerah Wonoayu, kalau dari Sidoarjo kota kira-kira 10 menit. Amalah tinggal bersama Ibu dan neneknya, ayahnya sudah lama meninggal sejak ia SMA. Maka dari itu, di rumah tersebut hanya ada wanita, tanpa ada seorang lelaki yang bisa dijadikan tumpuan. Tanpa adanya seorang ayah, amalah dalam melalui kehidupannya membutuhkan sosok laki-laki untuk diminta pendapat, memberi solusi bahkan mengantarnya untuk kuliah. Amalah akhirnya menjadi seorang wanita yang mandiri, kuat dan keras. Bahkan ia memilih untuk kuliah di luar kota, yakni Jember. Disana ia mandiri tanpa kenal siapa pun. Ia kuliah di Universitas Jember selama 3,5 tahun. Setelah menyelesaikan kuliahnya, kemudian ia kembali ke kota kelahirannya. Di Sidoarjo ia kemudian mencari pekerjaan sebagai pengajar, awalnya ia mengajar di LBB. Kemudian ia mencoba untuk melamar pekerjaan sebagai guru di sekolah islam di Sidoarjo. Alhamdulillah, ia pun diterima di sekolah tersebut. Amalah yang selama kuliah tidak memiliki background sama sekali mengenai mengajar sekolah Islam. Suasana dan kebiasaan antara sekolah umum dan sekolah islam sangat jauh berbeda. Di sekolah Islam pastinya pelajaran agama sangat ditekankan, disamping pelajaran umum. Awalnya ia merasa minder dan malu karena ia tidak mengerti mengenai kebiasaan dalam sekolah islam. Seiring berjalannya waktu ia pun menjadi semakin paham dan menerapkan kebiasaan di sekolah islam dalam kehidupan sehari-harinya. Amalah menjadi lebih sabar, sopan dan paham mengenai tata cara bergaul dengan orang lain, dan juga lawan jenis. Bahkan ketika ia hendak mencari pasangan hidup, harus melalui prosedur secara Islam. Kalau orang biasa pastinya taunya kenalan, pacaran, menikah. Sedangkan, menurut Islam pacaran itu merupakan hal yang berdosa, karena bertemunya lawan jenis yang bukan mahrom. Ia pun dikenalkan dengan ustad, pengajar, pegawai kantoran, tetapi semuanya tidak ada yang membuatnya pas. Setelah beberapa lama, kemudian saudara sepupunya mengajaknya untuk mencari jodoh melalui online. Amalah pun mengiyakan, karena itu merupakan salah satu ikhtiarnya untuk mendapatkan jodoh. Tak berapa lama, akhirnya jodohnya ketemu, melalui media online tersebut. Calonnya juga berasal dari satu kota juga, Alhamdulillah mereka berdua juga sangat cocok, walaupun tidak pacaran terlebih dahulu. Ini yang namanya jodoh. Alhamdulillah...




Friday, July 10, 2020

Awal Cintaku

Aku adalah seorang pria yang sederhana, kegiatan sehari-hari ku bekerja di pabrik seperti orang-orang pada umumnya di Indonesia. Aku masih tinggal dengan kedua orang tua ku di sebuah rumah yang sederhana. Aku memiliki saudara perempuan, selisih umur kami sekitar tiga tahun. Adik ku sudah menikah, ya tidak masalah bagiku. Kalo memang jodoh adik ku sudah datang, maka harus segera. Kedua orang tua ku juga sebenarnya berharap aku lah yang terlebih dahulu yang menuju ke pelaminan. Tetapi, jodoh masih belum ada yang mendampingi ku.
Setelah adik ku berkeluarga, maka tinggal kami bertiga yang serumah, aku dan bapak ibu. Setiap hari ibu selalu mengingatkan ku untuk tidak melupakan untuk mencari jodoh, biar segera menikah. Hampir semua teman-teman ku sudah berumah tangga. Melihat hal itu ibu ku pun tambah bingung memikirkan ku yang masih belum punya gandengan atau pacar. Beliau takut nasibku akan sama dengan saudara-saudaranya yang tidak begitu peduli untuk berumah tangga, hingga usia mereka semakin tua. Bahkan ada tetangga ku yang sudah berusia di atas 30 tahun yang masih belum menikah.
Aku pun berupaya tanya-tanya ke teman ku, mungkin kalau ada temannya yang berkeinginan untuk menikah, karena aku tidak mau kalau hanya untuk berpacaran saja. Sudah saatnya untuk serius. Kemudian ada teman ku yang memberikan saran agar aku ikutan biro jodoh. Karena saat ini jamannya online, maka mencari jodohnya juga online, tanpa harus ribet seperti dulu harus iklan di majalah atau koran yang tentunya tidak gratis.
Selanjutnya, aku mulai mencoba menginstal aplikasi pencari jodoh online. Ada berbagi ragam jenis aplikasinya. Aku pun mulai mencobanya satu persatu. Setelah beberapa lama kuinstal, ternyata ada yang mulai mengajak chatting. Dia meminta untuk ketemuan, yang jadi masalah adalah lokasinya ada diluar kota. Tapi, itu bukan masalah bagiku, karena memang aku sudah niatan untuk ikhtiar mencari jodoh. Aku pun mulai berani datang ke tempat mereka, walaupun ada di luar kota. Sekalian jalan-jalan. Keinginanku sebenarnya dapat yang didalam kota saja supaya tidak jauh-jauh kalau mudik. Dan biar bisa dekat dengan orang tua.
Berbagai tipe perempuan kutemui untuk berkenalan, bahkan ada yang mengajak ku kerumahnya. Biar orang tuanya tau. Tapi tidak ada satu pun yang berkeinginan untuk mau serius dengan ku. Aku pun mulai sedikit frustasi, kenapa tidak ada perempuan yang mau dengan ku, apa dosa yang kuperbuat sebelumnya. Kemudian seiring waktu berjalan, akhirnya aku bertemu dengan seorang perempuan dari aplikasi jodoh online. Kebetulan dia masih satu kota dengan ku. Alhamdulillah ternyata dia meresponku. Dia mengajak ku untuk menemui keluarganya. Dia tidak ingin lama-lama hanya untuk sekedar berkanalan dan pacaran. Karena dia inginnnya serius untuk menikah. Setelah ketemu keluarganya, mereka langsung cocok dengan ku. Aku kemudian memberi tahu orang tua ku. Mereka pun juga sudah oke, setelah melihat langsung calon istriku.
Orang tua ku ingin segera melamar dia dan menanyakannya ke keluarganya. Ternyata dia juga tidak ingin terlalu lama menunggu. Inginnya aku segera melamar dan menikahinya. Dia takut dosa kalau terlalu lama bertemu tapi belum sah. Dia adalah seorang guru di SD islam, jadi pengetahuan tentang agamanya juga tidak perlu diremehkan.
Anehnya kami berdua kan tidak lama ketemu, tapi chemistry kami rasanya sudah kenal lama sekali. Dia terlihat cantik, anggun, sopan dan santri. Alhamdulillah ya Allah, berkat doa Ibu dan aku tiap hari akhirnya menemukan jodoh yang Insya Allah sholihah. Kemudian kami pun melaksakan pernikahan.
#amalah.ch
#fachcruel08
#jodohonline
#tinder

Friday, July 3, 2020

Semangat PJJ

saya mendengar dan lupa, saya melihat dan ingat, saya lakukan dan saya paham.

Kutipan ini sempurna

Apa yang ia mengatakan di sini adalah bahwa kita perlu mengalami sesuatu diri kita untuk benar-benar mengerti. Jika kita mendengar sesuatu, mungkin menarik. Jika kita menemukan sesuatu, mungkin menyenangkan. Tetapi jika kita berada di jalur untuk diri sendiri, kita dapat benar-benar tahu bagaimana itu. Sesuatu gambar yang bagus dengan memenangkan medali emas atau gambar bahwa sesuatu kerugian yang mengerikan orang yang dicintai.
Dapatkah anda tahu ini dengan mendengar atau melihat? Anda harus melakukan dan pengalaman atau anda benar-benar tahu? Dengan kesadaran ini adalah kesadaran bahwa seseorang yang anda tidak mengerti tindakannya atau advokasi atau dilihat dari luar. Anda harus merasa kasihan empati untuk dia benar-benar tahu apa itu. Tahu dan tidak benar-benar tahu apa itu. Tahu dan tidak benar-enar tidak tahu. Hanya dengan menerapkan pengetahuan kita, kita bisa memastikan harmoni dengan realitas adalah kebenaran.

saya mendengar saya lupa, saya melihat saya ingat, saya lakukan saya paham.

Kutipan ini sempurna. Selaras dengan pelatihan tahap 3 hari ini terkait bahasan : konkrit, pictorial dan abstrak.

Jika siswa mendengar sesuatu, mungkin menarik. Jika siswa menemukan sesuatu, mungkin menyenangkan. Tetapi jika siswa berada di jalur untuk diri sendiri, Maka mereka benar-benar berpengalaman.
Alhamulillah, terima kasih Us Agung. Barokallah ilmunya. Hanya dengan menerapkan pengetahuan, kita bisa memastikan harmoni dengan realitas adalah kebenaran.
Semoga PJJ, semoga bisa memberikan pengalaman bermakna bagi siswa di rumah. Aamiin.

Tuesday, June 23, 2020

Motor Vario125 Dikendari Wanita Bertubuh Pendek



Saya akan sedikit menuliskan pengalaman yang pernah saya lihat. Istri saya yang berprofesi sebagai seorang guru. Dia bertubuh tidak terlalu tinggi, kira-kira 155 cm. Ketika berangkat kerja biasanya sering mengendarai motor Honda Beat. Honda beat memiliki body yang tidak terlalu tinggi. Dan sesuai untuk wanita. Apalagi wanita yang berpostur tidak terlalu tinggi. Karena, ketika kaki turun untuk menahan motor, jika postur tubuhnya pendek tentunya akan kesulitan, karena pasti akan jinjit untuk bisa menggapai tanah.

Vario 125 memiliki body yang besar dan berat, biasanya banyak kaum hawa yang menyukai motor matic jenis ini. Tetapi tidak menutup kemungkinan untuk wanita bisa mengendarainya. Meskipun berbobot besar, tetapi ketika dikendarai akan terasa ringan. Dan bisa digunakan untuk menyalip, ketika jalanan macet.
Istri saya ini tipe orang yang selalu ingin tahu dan tidak mau dianggap wanita lemah. Walaupun motor vario 125 ini terasa besar dan berat. Dia tetap ingin mencobanya. Ketika kami sedang jalan-jalan ke Malang. Saya yang sedang memboncengnya terasa capek dan ingin istirahat. Dan dia menawari untuk gantian mengendarainya, tetapi langsung saya tolak. Karena terasa belum yakin benar dia bisa.
Tetapi pada suatu hari ketika sedang ada sekolah, dia terlihat ingin mencoba mengendarai motor Vario 125 milik temannya. Tetapi tidak jadi. Dan terus saya lihat bagaimana dia menaikinya. Dia terlihat benar-benar bisa mengendarainya.
Dan akhirnya, ketika ada acara sekolahnya, untuk darmawisata dia terlihat ingin sekali mencoba mengendarainya. Motor Vario 125 milik saya dipinjam oleh salah temannya untuk kembali ke sekolah mengambil barang. Dan temannya tersebut akhirnya kembali lagi ke lokasi acara. Tetapi motor saya tidak langsung dikembalikan ke saya. Tetapi, diberikan ke istri saya plus kuncinya. Seketika itu juga, terlihat dia mulai menaikinya untuk mengantar temannya kembali ke sekolah. Dua kali dia bolak balik, terlihat sudah menguasai benar motor Vario 125 tersebut. Walaupun kakiknya trlihat jinjit ketika berhenti.
Akhirnya setelah teman-temannya diantarnya, dia kembali untuk menghampiri saya dengan mengendarai motor Vario 125 CC saya. Dia mengatakan "Ayo tak bonceng sampek rumah". Saya timpali oke ayo.
Begitulah sedikit kisah mengenai Vario 125 untuk wanita bertubuh pendek. Jadi bagi anda yang bertubuh pendek atau tidak terlalu tinggi, khususnya untuk para wanita. Jadi jangan takut dan minder.







 
 
#amalah.choirul  #Amalah Choir Ruul  #Khoirul Amalah

Friday, March 27, 2020

Dilema Hati


Ya Allah, tertanggal 22 Februari 2018. Waktu terus berjalan hingga berganti tahun. Setahun lebih dua bulan lamanya hamba sudah single. Sejak akhir 2016 sudah mengazzamkan diri untuk fokus hijrah di jalanmu. Jalan yg Engkau ridhoi ya Allah
Kesepian? Sepertinya tidak juga. Komunitas Odoj bahkan lingkungan sekolah yg selalu memguji kemampuanku, selalu menguras pikiran emosi juga jiwaku. Teman liqo juga rekan kerja. Semuanya baik. Mengajakku pada kebaikan Dan kebakkan semata karena Allah. Walalupun diri ini sudah Sadar diri, semua takdir adalah kehendak Allah
Rizki, kematian, kehamilan, bahkan jodoh sudah diatur oleh Allah
Aku hanya visa berdoa dan tanpa kenal lelah berusaha terus perbaiki diri.enjaga berat tubuh tetap ideal, menjaga kebersihan wajah, cantik putih nan bersih. Masih saya usahakan. Kurang sedikit lagi jerawat ini hilang. Saya juga binging deh, makan ayam satu aja, muncul jerawat satu. Yaudalah biarin deh. Nasib alergi ya begini dah, syukuri ajah. Ada obat jerawat kan. Ahahhahahai, lanjutkan yuk.
Menuliskan diary seperti ini cukup menyenangkan. Pikiran terasa ringan dan Beban otak apalagi hati sedikit terobati, walaupun nan jauh di sana masih ada saja gejolak hati yang menarikku. Iya siapa lagi kalau bukan sang rekan kerjaku yg sholih, Ury. Yes, ustdz Ryan. Masih saja kamu terjebak dipembelajaran ini. Bahkan terus saja dia selalu mengusik hidupku. Memang sih kamu harus kompak demi Tim tematik ini. Aku niatkan untuk Allah, aku selalu berusaha menghindarinya, meminilkan pertemuan lansung dengannya, bahkan lebih sering aku meminta bantuan anak didikku memberikan file atau kertas yang diperlukan ury. Aku merasa malu jika harus bertemu dengannya. Maluuuuuu, jika sampai ketahuan bahwa aku menyimpan rasa terhadapnya. Iya, aku tertarik dengannya.
Ya Allah, aku sangat yakin. Ini adalah ujian keimananku. Aku sangat doyan terhadap cogan sholih. Lelaki yg sholih, penuh perhatian terhadap anak, bahkan terkadang memang dia bertingkah konyol layaknya anak kecil. Namun aku melihat ada ketegasan, dan juga kedisiplinan di dalam dirinya. Pribadi yang sholih. Sama sepertiku yang terus saja memperbaiki diri. Kamu masih saja terjebak di sekolah maupun kegiatan luar sekolah. Senin sampai sabtu terlibat pekerjaan di sekolah. Sabtu sore dan a had pagi terlibat kegiatan mengaji acceleration ummi agar segera mendapatkan sertivikasi mengajar alquran di masjid all kharomah, buduran sidoarjo. Iya, aku melihat sendiri bagaimana semangat dia mengaji, melihatnya melafalkan alquran dengan tartil. Aku pun mulai tahu bahwa dia jugĂ  sama semangatnya mempelajari alquran. Aku tidak pernah menyangka akan terlibat di agenda inim karena niatan utamaku ikut adalah belajar. Bukan nyari jodoh. Aku pasrah pada rencana Allah nan menarik ini. Awal aku daftar yauda daftar ikutan temanku. Saat hari H aku terkejut, karena ternyata di sana ada beliau duduk tepat di seberang sana lurus ke arahku. Kamu sana sana berada di samping kiri dan kenan dari pengajar kami mengaji, sebut saja ustdz Udin. Guru terbaik pengajar alquran di sekolahku ternyata koordinator di masjid ini. Ah entahlah. Sampai kapan dilemma hati ini akan berlanjut. Aku juga tidak tahu.
Walaupun pihak keluarga menginginkan jodoh seperti dia, aku juga ingin jodoh sepertj dia. Namun sudahlah. Hempaskan saja impian itu. Cukup Allah saja yang maha tahu. Murobiku tetap diam hanya berkata "sabar, dan terus berdoa". Sedangkan us Joko yg biasanya selalu response cepat membantuku mencari jodoh, beliau hanya terdiam. Is Bukhori yang biasanya membantuku menyelesaikan masalah jodoh juga berdiam diri. Mereka semua terdiam. Entah kenapa? Apakah aku tidak berhak bersanding dengan beliau. Apakah aku terlalu jauh levelnya? Apakah kamu tidak sekufu? Ah sudahlah. Mereka terdiam karena tidak tahu langkah APA yang diambil jika harus cinlok seperti ini. aku hanya memberikan info tentang tingkah kamu di sekolah jika memang mereka terdiam yasudah, toh saya tahu batasan ikhtilath. Tidak pernah kamu bercampur baur. Bahkan selalu berusaha menjaga pandangan apalagi hati. Oh Allah. Charing 7* 24 non stop everyday everywhere. Godaan iman apalag INI. Dunia maya maupun nyata jelas sekali godaannya. Cogan sholih bikin gemes. Wkwkwk...
Aku akan terus menjadi hamba Allah yang taat. Terus bermanja manja dengan Allah ditiap sepertiga malam seperti INI. Mengais karena dosa, menangis karena jodoh dan cukup diakhiri dengan tangisan syukur atas nikmat Allah.
Jika aku galau, ya sudahlah. Lebih baik ambil wudhu. Baca alquran adalah penawar hati. Hmmm.m, human semakin Turin dengan derasnya. Masih pukul 01:18 wib. Terlalu dini untuk melanjutkan tugas editing modul. Aku sebaiknya lanjut saja menuangkan pikiran ini. Butuh waktu dia jam, yasudahlah. Nanti saja. Aku juga takut editing kalau ada Petit seperti saat ini. Oh Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang, jangan pernah bosan memelukku dalam manisnya iman islam, meskipun terkadang iman Ku layaknya ombak yang naik Turun. Aku akan terus semangat meraih ridhomu. Jika dia jodohku, dekatkan ya Allah. Aku sudah siap menikah, ditahun ini. Dengan lelaki pilihanmu. Aku parrah, tawaqqal padamu ya Allah. Jika memang sudh saatnya tiba, aku akan menikah dan mengajaknya pergi ke rumahmu. Baitullah fii Makkah
Oh Allah ijinkan aku bersanding dengannya dipelaminan, hingga syurga nanti. Aku ingin selalu merasakan kenyamanan, kasih sayang. Bahkan merasa di perhatikan dituruti keinginannya sebagaimana dia yang dulu pernah hinggap dihatiku. Sang mantan. Aku tidak mau terjebak dalam zona maksiat. Kutinggalkan dia karena Allah. Insya Allah aku akan aku mendapatkan ganti yang lebih baik. Berpisah karena Allah bertemu karena Allah. Menikah karena Allah dan pastinya menjalani ujian single ini dengan penuh kesabaran. Ujian imanku sedang direbus hingga mendidih. Hingga saatnya tiba akan Indah pada waktunya. Percayalah, Allah niku mboten sare. Allah tidak tidur. Yauda mumpung aku juga terbangun dari tidurku. Mumpung hujan juga, mendingan ambil wudhu. Sholat tahajut sana. Okeh ^^.


@amalah.ch

#muhasabahdiri

#goesWedding2018
#couple till jannah